Tuesday, August 11, 2015

Kenapa ada pada Anwar Ibrahim?




Dia punya wawasan luas, punya kearifan. Dia dianggap sahabat orang Indonesia dari semua golongan, dari yang kiri hingga kanan. Dari agama apa pun semua sayang Anwar. Orang Indonesia punya kecenderungan kalau ada orang teraniaya, akan dibela. Bukan begitu kan?


Hal itu juga terjadi pada Anwar Ibrahim. Justru jika Malaysia menganiaya Anwar dengan cara tidak pantas. Layakkah tokoh seperti Anwar dituduh melakukan sodomi, kemudian dipenjara enam tahun dan dipukuli  di penjara. Ali Sadikin saja tidak pernah dituduh sodomi oleh Pak Harto, lebih sopan caranya. Demikian juga Ali Sadikin, tetap hormat kepada Soeharto dengan perbedaan pendapat yang ada.


Juga dengan pimpinan Masyumi yang dipenjara Bung Karno. Itu tidak sampai pada permusuhan. Demikian juga dengan Bung Hatta ketika berbeda pendapat dan mengundurkan diri. Namun mereka tetap bersahabat. Bahkan ketika Bung Karno sakit, Hatta datang menjenguk pertama.


Dari situ ada kejelasan dalam berpolitik. Memang ada perbedaan, kadang permusuhan, tapi tidak sampai tokohnya dituduh sodomi. Apalagi tuduhannya tidak terbukti, sekarang tuduhan kedua masih sama dan itu tidak terbukti di pengadilan. Itu artinya tuduhan tidak kreatif dalam menekan lawan politik. Dalam pandangan orang Indonesia, itu nista dalam politik. Politik rendah tidak beradab.




(Adi Sasono, mantan Menteri Republik Indonesia)


No comments: