Tuesday, August 11, 2015

PERSAHABATAN PAK BJ HABIBIE DAN ANWAR IBRAHIM



Kedua tokoh ini sangat akrab. Bersalaman, berangkulan, sekaligus cium pipi kiri dan kanan. Ritual itu berlaku saat mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menemui bekas Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie di kediamannya di Jakarta Selatan.

Anwar beserta rombongan tiba di kediaman BJ Habibie dengan menggunakan mobil. Habibie pun menyambut hangat kedatangan sahabat dekatnya itu. Anwar yang mengenakan setelan jas hitam dan Habibie yang mengenakan safari abu-abu lalu sempat mengobrol sejenak sebelum kemudian masuk ke salah satu ruangan. Pertemuan kedua bekas pejabat itu berlangsung sekitar satu setengah jam.

Habibie melepas orang yang sudah dianggap adik sendiri itu hingga Anwar menutup pintu geser mobil yang dia tumpangi.

"Kapan pulang?" tanya Habibie yang bersetelan jas abu-abu seraya tersenyum.

"Nanti sore." Anwar yang sudah merebahkan badannya di jok empuk kembali mendongakkan kepala ke luar. "Saya datang (ke Jakarta) diundang Pak Hassan (mantan menteri luar negeri Hassan Wirayuda)."

Habibie langsung melambaikan tangan saat pintu geser mobil sudah tertutup. Tampak seperti bayangan, Anwar membalas lambaian itu. "Dia kan saudara saya. Ngobrol karena sudah lama tak bersua," kata Habibie. Ia langsung ngeloyor ke dalam rumah ketika ditanya soal perjuangan Anwar di dunia politik Malaysia.

Menurut salah satu orang dekat Anwar, kunjungan ini merupakan kunjungan pribadi, bukan formal. "Keduanya sangat dekat seperti adik dan kaka." Menurutnya, pemimpin oposisi di negara jiran bertamu ke sana. "Mereka tidak akan membicarakan sesuatu yang formal, Kunjungan itu bersifat pribadi."

Anwar datang ke Jakarta memenuhi undangan dan menjadi panelis dalam seminar .

Pemerhati mengungkapkan selama melawat ke Jakarta, Anwar kerap bertemu Habibie. Namun ia tidak ingat sudah berapa kali Anwar datang ke rumah presiden ketiga Indonesia itu. Ia memastikan hubungan keduanya sangat dekat. "Seperti adik dan kakak."


Dalam pidato kebudayaan di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Anwar mengungkapkan salah satu kenangan manisnya dengan Habibie. Saat berobat di Kota Munich, Jerman pada tahun 2004 ia mengaku sempat ditemani Habibie dan istrinya. Keduanya juga bercerita panjang lebar mengenai reformasi di Indonesia.

Pada kesempatan itu, ia menanyakan alasan Habibie membebaskan semua tahanan politik. "Habibie menjawab saya enggak tahu, kalau terus ditahan saya (Habibie) tidak bisa jawab saat ditanya rakyat dan di hadapan Allah," ujarnya menirukan jawaban Habibie.

Bekas Menteri Keuangan Malaysia ini memuji keteguhan Habibie memegang keyakinan. Ia mengaku kagum lantaran Indonesia bisa melahirkan orang cerdas seperti mantan menteri riset dan teknologi itu. "Dalam keadaan simpang siur, Indonesia bisa melahirkan ilmuwan," ujarnya.

Pada 1965, Habibie menerima gelar doktor dari RWTH AAchen University, universitas riset di bidang teknologi. Disertasinya mendapat predikat sangat bagus. Secara keseluruhan, kampus ini urutan ke-140 sejagat.

Lantaran kecerdasannya, Habibie melahirkan teori mengenai termodinamika, konstruksi, dan aerodinamika, dikenal dengan sebutan Faktor Habibie, Teorema Habibie, dan Metode Habibie. Dua industri pesawat komersial terbesar di dunia, Boeing dan Airbus, sangat tertarik dengan penemuan-penemuan Habibie itu.



(Sumber: Merdeka.com)



No comments: